Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

Aneh TAPI Nyata pak...!!!



Lama nian rasanya tak menulis di rumah istimewaku.
Beberapa waktu lalu di sms dengan nomer yang baru, ternyata dia sahabat saya seperjuangan waktu di kampus dulu. Gak nyangka, seletah kita lama tak berkomunikasi kita nyambung lagi. (senyum keharuan)
Tiba-tiba keingat anti ukh, trus sms...suara dari seberang yang serasa asing di telingga saya. Karena memang kita sudah lama tak berkomunikasi. Dan dia sudah menikah dengan 1 putra. Alhamdulillah, senang rasanya mendengan kalau saudara saya sudah mengenapkan separo agamanya dan mempunyai putra putri J

Dan hari ini, saat saya setengan sadar dan tidak, hehe...saya di sms temen kuliah yang sudah 5th tak bertemu. Dia bilang kalau lagi dimalang...
Reaksi pertama saya adalah “ memeluk guling”..haha
Dan baru membalas sms nya, aaah saya merindukan sahabat saya ini. yang telah lama tak bertemu, Alhamdulillah dia sudah menikah dan alhamdulillah sudah dikarunia 2 putra. Semoga jadi anak yang sholeh J
Saya bertemu di tempat dia menginap. Tapi kita tak sempat jalan-jalan, ya karena sudah malam dan dia gak mungkin meninggalkan putra nya yang masih 4 bulan di hotel bersama neneknya dalam jangka waktu yang lama. Akhirnya kita makan nasgor bareng, sekalian nostalgia masa kuliah J
“ Pak nasgor mawut 3 ya pak, 2 makan sini dan 1 nya bungkus tanpa MSG”ujar saya
“ iyaa mbk” ujar bapaknya dengan ekspresi yang datar :-D
Ini kedua kalinya saya beli nasgor di tempat bapaknya, dan bapaknya selalu aneh melihat saya ada yang selalu pesan menu tanpa MSG. Hehe
Karena es nya tak ada, akhirnya saya hanya minta air putih saya.
Dan ibunya menyuguhui air putih yang setengah panas..wkawaka jadilah saya minum air hangat.hehehe :-p jujur kacang ijooo saya sangatlah haus L dan airnya lama gak dingin2 pula. Mau ngomong sungkan saya ibuknya, hehehe
Emang di nasgor bapaknya ini. di daerah klojen tak jauh dari stasiun kota baru Malang, di pojokkan ( ma’af lupa namanya gak nyate ) porsinya memang lumayan. Kemaren pertama kali beli di bawa pulang bisa buat makan dua kali, dan kali ini saya minta ibunya buat bungkus nasi goreng saya karena memang saya gak habis.
“ emang enak ya mbk, makan masakan tanpa MSG “, tanya bapaknya
“ enak pak, saya sudah terbiasa makan masakan tanpa MSG,dirumah kalau masak juga tanpa MSG “, jawab saya
“ oo enak ya, mbknya aneh “, ujar bapaknya sambil senyum
“ tapi saya nyata pak “, jawaban saya yang bikin ngekek bapak dan ibuknya..hahahaha

Alhamdulillah senangnya bisa ketemu temen lama saya. Senangnya lagi dia sudah menikah dan dikarunia 2 putra. Dan saya di doakan juga J
Alhamdulillah, semoga kian erat ukhuwah diantara kita.

Malang, 27 Januari 2013

Rabu, 08 Februari 2012

Rapat....Rapat....Rapat.....

Inilah edisi Rapat RW dirumah.....

sebagai kaum wanita, kita konsentrasi di DAPUR. dan inilah kehebohan kita para kaum hawa didapur..
kejar-kejaran dengan si tukang makan...
goreng, angkat,, di cicipin....
lha selesainya kapan kalau begini....inilah saya, masakan, ponakan...:-p


 menyiapkan makanan.....





 ini dia ponakan aye...:-p
inilah makanannya sudah siaap...:-D

Rabu, 25 Januari 2012

Wahai saudariku, kau mulia dengan balutan jilbab


Jilbabku, Penutup Auratku
Jilbab merupakan bagian dari syari’at yang penting untuk dilaksanakan oleh seorang muslimah. Ia bukanlah sekedar identitas atau menjadi hiasan semata dan juga bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk menjalankan aktivitas kehidupannya. Menggunakan jilbab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dilakukan oleh setiap muslimah, sama seperti ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa yang diwajibkan bagi setiap muslim. Ia bukanlah kewajiban terpisah dikarenakan kondisi daerah seperti dikatakan sebagian orang (karena Arab itu berdebu, panas dan sebagainya). Ia juga bukan kewajiban untuk kalangan tertentu (yang sudah naik haji atau anak pesantren).
Benar saudariku… memakai jilbab adalah kewajiban kita sebagai seorang muslimah. Dan dalam pemakaiannya kita juga harus memperhatikan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam..
Mengapa Harus Berjilbab?
Mungkin aku harus kembali mengingatkanmu tentang alasan penting kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan perintah jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan kepada kaum Adam. Saudariku, jilbab adalah pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan dan keindahan dirimu, agar dia tidak dinikmati oleh sembarang orang. Ingatkah engkau ketika engkau membeli pakaian di pertokoan, mula-mula engkau melihatnya, memegangnya, mencobanya, lalu ketika kau jatuh cinta kepadanya, engkau akan meminta kepada pemilik toko untuk memberikanmu pakaian serupa yang masih baru dalam segel. Kenapa demikian? Karena engkau ingin mengenakan pakaian yang baru, bersih dan belum tersentuh oleh tangan-tangan orang lain. Jika demikian sikapmu pada pakaian yang hendak engkau beli, maka bagaimana sikapmu pada dirimu sendiri? Tentu engkau akan lebih memantapkan ’segel’nya, agar dia tetap ber’nilai jual’ tinggi, bukankah demikian? Saudariku, izinkan aku sedikit mengingatkanmu pada firman Rabb kita ‘Azza wa Jalla berikut ini,
“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)
Dan firman-Nya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Saudariku tercinta, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah jilbab kepada kita tanpa ada hikmah dibalik semuanya. Allah telah mensyari’atkan jilbab atas kaum wanita, karena Allah Yang Maha Mengetahui menginginkan supaya kaum wanita mendapatkan kemuliaan dan kesucian di segala aspek kehidupan, baik dia adalah seorang anak, seorang ibu, seorang saudari, seorang bibi, atau pun sebagai seorang individu yang menjadi bagian dari masyarakat. Allah menjadikan jilbab sebagai perangkat untuk melindungi kita dari berbagai “virus” ganas yang merajalela di luar sana. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya,
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)
Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan. Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?
Karena Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara berpakaian pun dibimbing oleh Alloh Dzat yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justru jelek menurut Alloh. Alloh berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Alloh lah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al Baqoroh: 216). Oleh karenanya marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai cara berpakaian.

Yuk, MULIA dengan Jilbab….